Humas Polres Purbalingga

Loading

Archives July 18, 2026

Polres Purbalingga sebagai Sumber Rujukan Keamanan Terpercaya

Polres Purbalingga: Sumber Rujukan Keamanan Terpercaya

Sejarah Polres Purbalingga

Polres Purbalingga, sebagai bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan pembentukan dan pengembangan sistem keamanan di Indonesia. Terletak di Provinsi Jawa Tengah, Purbalingga merupakan kabupaten yang memiliki sejarah panjang dalam hal keamanan. Polres Purbalingga didirikan untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas dan ketertiban di daerah tersebut.

Struktur Organisasi Polres Purbalingga

Polres Purbalingga memiliki struktur organisasi yang teratur dan efisien. Di bawah kepemimpinan Kapolres, terdapat sejumlah unit yang masing-masing memiliki tanggung jawab tertentu. Beberapa unit tersebut antara lain:

  1. Satuan Reskrim: Bertanggung jawab untuk menjalankan tugas penyelidikan dan penyidikan kasus kriminal.
  2. Satuan Lalu Lintas: Memastikan kelancaran dan keamanan di jalan raya.
  3. Satuan Sabhara: Bertanggung jawab atas pengamanan masyarakat dalam situasi tertentu.
  4. Satuan Intelijen: Mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk mendeteksi ancaman terhadap keamanan.

Struktur yang jelas ini memungkinkan Polres Purbalingga untuk merespons berbagai situasi dengan cepat dan efektif.

Tugas dan Fungsi Polres Purbalingga

Tugas utama Polres Purbalingga mencakup berbagai aspek yang mempengaruhi keamanan masyarakat. Berikut adalah beberapa fungsi kunci yang dijalankan oleh Polres:

  1. Penegakan Hukum: Polres merupakan garda terdepan dalam menegakkan hukum dan memastikan setiap pelanggaran hukum ditangani secara tegas.
  2. Pelayanan Publik: Melayani masyarakat melalui pengaduan, konsultasi hukum, dan penyuluhan tentang keamanan.
  3. Pencegahan Kriminalitas: Melakukan upaya preventif dengan menggelar patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat.
  4. Pengelolaan Keamanan: Berkolaborasi dengan komunitas dan instansi lain untuk menciptakan situasi aman di wilayah Purbalingga.

Kebijakan Keamanan dan Program Inovatif

Polres Purbalingga tidak hanya menjalankan tugasnya secara konvensional, tetapi juga mengimplementasikan program-program inovatif untuk meningkatkan efektivitas keamanan. Beberapa kebijakan yang diterapkan adalah:

  1. Smart Policing: Menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan respon terhadap laporan masyarakat, termasuk aplikasi mobile untuk laporan kejahatan.
  2. Pendidikan Keselamatan: Menyelenggarakan seminar dan workshop mengenai keselamatan berkendara dan kesadaran hukum di sekolah-sekolah.
  3. Kemitraan dengan Masyarakat: Membangun jejaring komunitas yang kuat untuk kolaborasi dalam menjaga keamanan, seperti pembentukan pos keamanan lingkungan (PKL) di setiap desa.

Peran Masyarakat dalam Keamanan

Polres Purbalingga menyadari bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, Polres mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan melibatkan warga, diharapkan setiap individu merasa memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.

  1. Laporan Masyarakat: Seluruh warga diimbau untuk melapor jika melihat kegiatan mencurigakan yang dapat mengancam keamanan.
  2. Pelatihan Keamanan: Polres kerap mengadakan pelatihan bagi relawan keamanan desa agar lebih paham dalam deteksi dini terhadap ancaman.

Kegiatan Rutin dan Acara Sosial

Polres Purbalingga juga aktif melakukan kegiatan rutin yang bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Kegiatan ini antara lain:

  1. Patroli Malam: Melaksanakan patroli rutin di berbagai wilayah, terutama di tempat-tempat rawan kejahatan.
  2. Penyuluhan Hukum: Menyelenggarakan penyuluhan hukum kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hukum.
  3. Kegiatan Olahraga Bersama: Mengadakan olahraga bersama masyarakat untuk mempererat ikatan antara aparat kepolisian dan warga.

Menjaga Kepercayaan Publik

Kepercayaan publik adalah salah satu aset paling berharga bagi Polres Purbalingga. Untuk itu, Polres berupaya keras dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas. Beberapa langkah yang diambil antara lain:

  1. Pelayanan Terbuka: Membangun kantor pelayanan publik yang ramah dan terbuka untuk semua kalangan.
  2. Laporan Berkala: Mengeluarkan laporan berkala mengenai kinerja dan pencapaian Polres kepada masyarakat.
  3. Situs Resmi dan Media Sosial: Memanfaatkan media sosial dan situs resmi untuk memberikan informasi terkini mengenai kebijakan dan kegiatan Polres.

Tantangan di Era Digital

Di era teknologi informasi saat ini, Polres Purbalingga dihadapkan pada tantangan baru, termasuk penyebaran berita palsu dan kejahatan siber. Untuk mengatasi hal ini, Polres menerapkan beberapa strategi:

  1. Pendidikan Digital: Mengedukasi masyarakat tentang bahaya berita palsu serta bagaimana mengenalinya.
  2. Peningkatan Kapasitas SDM: Melatih anggota Polres dalam menangani kejahatan siber dan teknologi informasi.
  3. Kerjasama dengan Platform Digital: Berkolaborasi dengan penyedia platform digital untuk pemantauan dan penanggulangan kejahatan online.

Keselarasan dengan Program Pemerintah

Polres Purbalingga berkomitmen untuk mendukung program-program pemerintah dalam bidang keamanan, termasuk program pembangunan yang berbasis masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua warga.

  1. Kolaborasi dengan Instansi Lain: Bekerjasama dengan Dinas Sosial, Pendidikan, dan instansi lainnya untuk program-program sosial yang berorientasi pada keamanan.
  2. Partisipasi dalam Agenda Pembangunan: Berperan aktif dalam perencanaan dan implementasi program pembangunan yang memperhatikan aspek keamanan masyarakat.

Menghadapi Masa Depan

Dengan komitmen yang kuat terhadap pelayanan dan keamanan masyarakat, Polres Purbalingga bertekad untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui inovasi, keterlibatan masyarakat, dan kerjasama yang solid, Polres Purbalingga menjadi sumber rujukan keamanan yang terpercaya dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, serta menjadikan Purbalingga sebagai daerah yang aman dan nyaman untuk ditinggali.

Strategi Efektif dalam Penyampaian Informasi Melalui Humas Purbalingga

Strategi Efektif dalam Penyampaian Informasi Melalui Humas Purbalingga

1. Pemahaman Konteks Lokal

Purbalingga memiliki karakteristik sosial dan budaya yang unik. Untuk menjangkau audiens secara efektif, penting bagi Humas Purbalingga untuk memahami konteks lokal ini. Melakukan analisis demografi, memahami tradisi masyarakat, dan mengenali isu-isu lokal dapat membantu dalam menyampaikan pesan yang relevan. Misalnya, menggunakan bahasa lokal atau merujuk pada peristiwa setempat dapat meningkatkan konektivitas dengan masyarakat.

2. Penetapan Tujuan yang Jelas

Setiap strategi komunikasi harus dimulai dengan penetapan tujuan yang jelas. Humas Purbalingga perlu menentukan apa yang ingin dicapai dari setiap kampanye komunikasi. Apakah tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang layanan pemerintah, mengedukasi publik tentang isu kesehatan, atau meningkatkan partisipasi dalam program-program lokal? Menetapkan tujuan yang SMART (Spesifik, Terukur, Dapat dicapai, Relevan, dan Berbasis waktu) dapat memudahkan evaluasi efektivitas komunikasi.

3. Penggunaan Berbagai Platform Komunikasi

Di era digital ini, Humas Purbalingga harus memanfaatkan berbagai platform komunikasi. Media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter dapat digunakan untuk menjangkau masyarakat dengan cepat dan efektif. Selain itu, Humas juga harus mempertimbangkan penggunaan media tradisional seperti radio dan surat kabar, yang masih memiliki audiens khusus, terutama di kalangan masyarakat yang lebih tua. Menggabungkan berbagai saluran komunikasi dapat meningkatkan jangkauan dan efektivitas penyampaian informasi.

4. Pengembangan Konten yang Menarik

Konten yang disampaikan harus menarik dan memikat. Dalam hal ini, visualisasi data, infografis, serta video pendek yang informatif bisa digunakan agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami. Di Purbalingga, konten yang mengandung elemen budaya lokal atau keindahan alam setempat dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Dengan konten yang baik, audiens lebih cenderung membagikan informasi, sehingga memperluas jangkauan pesan.

5. Penekanan pada Interaksi

Strategi komunikasi yang efektif harus bersifat dua arah. Humas Purbalingga harus menciptakan ruang bagi masyarakat untuk memberikan feedback, pertanyaan, atau komentar. Menggunakan platform seperti forum diskusi online atau sesi tanya jawab di media sosial memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam dialog. Hal ini tidak hanya memperkuat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, tetapi juga memberikan wawasan berharga bagi perbaikan layanan.

6. Kolaborasi dengan Stakeholder

Humas Purbalingga sebaiknya menjalin kolaborasi dengan berbagai stakeholder seperti organisasi non-pemerintah, komunitas lokal, dan sektor swasta. Dengan melibatkan pihak-pihak ini dalam proses komunikasi, pesan yang disampaikan akan lebih luas dan bervariasi. Selain itu, kolaborasi dapat membawa berbagai perspektif yang memperkaya informasi yang disampaikan.

7. Pengukuran dan Evaluasi

Setiap strategi komunikasi perlu diukur untuk menilai efektivitasnya. Humas Purbalingga harus menetapkan metrik untuk mengevaluasi keberhasilan kampanye, seperti tingkat keterlibatan masyarakat, jumlah tayangan, atau feedback yang diterima. Dengan pengukuran yang baik, Humas dapat mengetahui apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki di masa mendatang.

8. Adaptasi dan Penyesuaian

Dunia komunikasi terus berubah, terutama dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat. Humas Purbalingga harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap situasi baru. Jika suatu strategi atau metode tidak berjalan sesuai harapan, penting untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan. Hal ini mencakup pembaruan konten, pemilihan platform baru, atau perubahan dalam pendekatan komunikasi.

9. Pelatihan dan Pengembangan SDM

Agar dapat melaksanakan strategi komunikasi dengan baik, Humas Purbalingga perlu memastikan bahwa sumber daya manusia yang terlibat memiliki kompetensi yang memadai. Penyediaan pelatihan berkala tentang tren komunikasi terbaru, penggunaan teknologi baru, dan keterampilan interpersonal akan sangat berguna. Dengan tim yang terampil, efektivitas penyampaian informasi akan semakin meningkat.

10. Membangun Kepercayaan Publik

Kepercayaan publik adalah elemen kunci dalam komunikasi. Humas Purbalingga harus konsisten dalam menyampaikan informasi yang transparan dan akurat. Setiap kesalahan dalam informasi bisa merusak kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, Humas perlu memastikan bahwa semua data yang dipublikasikan telah diverifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan.

11. Memanfaatkan Cerita Lokasi

Storytelling atau penceritaan adalah cara yang efektif untuk menghubungkan informasi dengan emosi audiens. Humas Purbalingga dapat menggunakan pendekatan ini dengan menceritakan kisah-kisah warga yang terkena dampak positif dari program pemerintah. Dengan cara ini, informasi yang disampaikan akan lebih melekat dan mudah diingat oleh masyarakat.

12. Strategi Crisis Communication

Dalam situasi darurat atau krisis, Humas Purbalingga perlu memiliki strategi komunikasi yang jelas. Di saat-saat seperti ini, ketepatan waktu dan kejelasan informasi menjadi sangat penting. Humas harus siap dengan rencana komunikasi yang mencakup pengumuman darurat, informasi terkini, dan langkah-langkah yang diambil untuk menghadapi krisis tersebut. Kecepatan dan ketepatan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat pada institusi pemerintah.

13. Mengoptimalkan SEO dalam Konten

Dengan meningkatnya penggunaan internet, optimasi mesin pencari (SEO) menjadi hal yang penting dalam penyampaian informasi. Humas Purbalingga perlu menerapkan teknik SEO dalam konten yang dipublikasikan di situs web dan media sosial. Penggunaan kata kunci yang tepat, meta deskripsi yang informatif, dan struktur tautan yang baik dapat membantu meningkatkan visibilitas informasi di mesin pencari.

14. Menjaga Etika Komunikasi

Tanggung jawab etis dalam penyampaian informasi harus menjadi prioritas. Humas Purbalingga perlu menjaga integritas dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau menyesatkan. Selalu mengutamakan kebenaran dan keakuratan dalam setiap komunikasi untuk membangun reputasi yang baik dan menghindari potensi konflik.

15. Melibatkan Generasi Muda

Generasi muda adalah kunci masa depan. Humas Purbalingga perlu melibatkan kaum muda melalui program atau kegiatan yang relevan. Menyasar audiens yang lebih muda dengan konten yang sesuai, seperti video edukatif atau kampanye di media sosial, bisa meningkatkan partisipasi dan kesadaran mereka terhadap isu-isu di masyarakat.

16. Pengembangan Hubungan Jangka Panjang

Strategi komunikasi yang efektif seharusnya tidak hanya fokus pada komunikasi satu arah. Humas Purbalingga harus berupaya mengembangkan hubungan jangka panjang dengan masyarakat. Jika masyarakat merasakan bahwa Humas benar-benar peduli dan berusaha untuk terhubung, mereka akan lebih cenderung untuk terlibat dan memberikan dukungan saat diperlukan.

17. Keterlibatan dalam Acara Lokal

Menghadiri dan berpartisipasi dalam acara-acara lokal dapat menjadi strategi efektif untuk membangun hubungan. Humas Purbalingga harus aktif dalam acara komunitas, pasar daerah, atau festival budaya. Keterlibatan langsung ini memungkinkan Humas untuk mendalami aspirasi masyarakat sekaligus memperkenalkan program pemerintah secara langsung.

18. Penggunaan Data dan Statistik

Menyisipkan data dan statistik dalam komunikasi dapat meningkatkan kredibilitas pesan. Humas Purbalingga perlu menyajikan informasi berbasis data yang mendukung argumen atau informasi yang disampaikan. Ini akan membuat audiens lebih percaya pada informasi yang diterima.

19. Penguatan Identitas Visual

Identitas visual yang konsisten akan membantu Humas Purbalingga dikenali oleh masyarakat. Penggunaan logo, warna, dan elemen desain yang seragam dalam semua publikasi akan menciptakan kesan profesional dan meningkatkan pengenalan merek pemerintah di masyarakat.

20. Keberlanjutan dan Inovasi

Akhirnya, keberlanjutan dari setiap strategi komunikasi sangat penting. Humas Purbalingga harus terus berinovasi dan mencari cara baru untuk menyampaikan pesan. Dengan memantau tren global dalam komunikasi dan teknologi, Humas dapat memastikan bahwa metode yang digunakan tetap relevan dan efektif.

Peran Aktif Masyarakat dalam Proyek Humas di Purbalingga

Peran Aktif Masyarakat dalam Proyek Humas di Purbalingga

Purbalingga, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, memiliki potensi yang besar untuk pengembangan proyek hubungan masyarakat (Humas). Proyek Humas di Purbalingga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam proyek Humas sangat penting karena dapat meningkatkan transparansi, membangun kepercayaan, serta mengoptimalkan hasil dari setiap kegiatan yang dilaksanakan.

1. Membangun Kesadaran Masyarakat

Salah satu peran utama masyarakat dalam proyek Humas adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya komunikasi yang efektif antara pemerintah dan warga. Ini dapat dicapai melalui pelatihan, seminar, atau kampanye kesadaran. Masyarakat yang memiliki pemahaman yang baik tentang program-program pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, cenderung lebih proaktif dalam memberikan masukan atau kritik yang konstruktif.

2. Partisipasi dalam Pengambilan Keputusan

Masyarakat Purbalingga harus diberdayakan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan terkait proyek Humas. Melalui forum diskusi publik, rapat koordinasi, dan musyawarah desa, warga dapat menyuarakan pendapat mereka. Dinas terkait di Purbalingga juga dipandang perlu untuk memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta ide-ide yang bisa diintegrasikan dalam proyek-proyek Humas.

3. Pemanfaatan Teknologi Informasi

Teknologi informasi menjadi salah satu alat penting dalam proyek Humas. Masyarakat dapat memanfaatkan platform media sosial dan situs web untuk berbagi informasi mengenai proyek Humas yang sedang berjalan. Dengan membuat konten menarik dan informatif, misalnya blog, video, atau infografis, masyarakat dapat membantu penyebarluasan informasi dan meningkatkan partisipasi warga lain dalam berbagai program.

4. Keterlibatan dalam Kegiatan Sosial

Kegiatan sosial seperti gotong royong, pelatihan, dan program pemberdayaan masyarakat perlu melibatkan warga setempat secara langsung. Keterlibatan ini tidak hanya memperkuat rasa kebersamaan tetapi juga membantu masyarakat memahami proyek Humas lebih dalam. Dengan terlibat secara aktif, mereka dapat merasakan manfaat langsung dari proyek yang dilaksanakan, seperti peningkatan kualitas hidup dan mewujudkan infrastruktur yang lebih baik.

5. Membangun Jaringan Komunikasi yang Efektif

Masyarakat juga dapat berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan warga lainnya. Jaringan komunikasi yang baik akan membantu menyampaikan informasi dan memberikan umpan balik yang berguna untuk pengembangan proyek Humas. Hal ini dapat dilakukan dengan membentuk kelompok diskusi atau komunitas yang fokus pada isu-isu tertentu, seperti kesehatan, pendidikan, atau lingkungan.

6. Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas

Transparansi dan akuntabilitas adalah dua hal krusial dalam proyek Humas. Dengan melibatkan masyarakat, pemerintah dapat lebih mudah memastikan bahwa setiap proses berjalan dengan transparan. Melalui pemantauan partisipatif, warga dapat mengikuti perkembangan proyek, serta menilai apakah anggaran dan sumber daya digunakan secara efisien. Keterlibatan masyarakat akan memperkecil potensi adanya tindakan korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

7. Edukasi dan Pelatihan

Edukasi adalah bagian penting dalam proyek Humas. Masyarakat perlu dilibatkan dalam kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mereka, baik dalam hal manajerial, teknis, maupun komunikasi. Dengan memberikan pengetahuan yang tepat, masyarakat tidak hanya menjadi peserta tetapi juga mitra yang dapat memberikan kontribusi berarti untuk keberhasilan proyek.

8. Kolaborasi dengan Organisasi Lokal

Organisasi lokal, seperti LSM, komunitas, dan kelompok masyarakat, dapat menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan proyek Humas. Melalui kolaborasi ini, diharapkan muncul sinergi yang memungkinkan pelaksanaan program lebih efisien dan berbasis kebutuhan masyarakat. Organisasi lokal memiliki pengetahuan yang mendalam tentang konteks setempat, sehingga bisa membantu merumuskan program yang relevan dan efektif dalam menjangkau masyarakat.

9. Melibatkan Pemuda

Pemuda merupakan aset berharga dalam pengembangan masyarakat. Di Purbalingga, keterlibatan pemuda dalam proyek Humas dapat menjadi pemicu inovasi dan kreativitas. Mereka dapat berkontribusi dengan ide-ide segar, serta menjadi penggerak dalam kampanye kesadaran dan partisipasi. Dengan memberikan ruang bagi pemuda, proyek Humas di Purbalingga tidak hanya akan lebih dinamis tetapi juga dapat memahami aspirasi generasi muda.

10. Feedback dan Evaluasi

Salah satu elemen penting dalam proyek Humas adalah proses evaluasi yang melibatkan masyarakat. Masyarakat perlu diberikan kesempatan untuk memberikan masukan tentang bagaimana proyek berjalan dan apa yang bisa ditingkatkan. Feedback ini akan sangat berguna untuk perbaikan proyek selanjutnya, sehingga proyek Humas di Purbalingga dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

11. Membangun Identitas Lokal

Melalui proyek Humas, masyarakat dapat berperan dalam membangun identitas lokal Purbalingga. Partisipasi masyarakat dalam mempromosikan budaya, produk lokal, dan pariwisata dapat menciptakan rasa memiliki terhadap daerah. Ini dapat dilakukan dengan mengadakan festival, pameran, dan kegiatan lainnya yang melibatkan masyarakat secara langsung.

12. Penegakan Hukum dan Keberlangsungan Proyek

Partisipasi masyarakat juga kritikal dalam memastikan bahwa proyek Humas berjalan sesuai rencana dan aturan yang berlaku. Masyarakat dapat berfungsi sebagai pengawas yang aktif untuk menegakkan hukum dan menjaga keberlangsungan proyek. Dengan adanya pengawasan yang ketat dari masyarakat, proyek Humas di Purbalingga akan lebih terpadu dan berkelanjutan.

13. Menumbuhkan Budaya Kerja Sama

Kerja sama antarwarga, antar-organisasi, dan antara pemerintah dengan masyarakat adalah pilar penting dalam proyek Humas. Di Purbalingga, menumbuhkan budaya kerja sama dapat dilakukan melalui kegiatan kolaboratif yang membawa banyak pihak bersama-sama. Dengan kerja sama ini, diharapkan terbentuk kepercayaan dan pertukaran ide yang positif.

14. Sumber Pendanaan Alternatif

Masyarakat juga dapat berperan dalam mencari sumber pendanaan alternatif untuk mendukung proyek Humas. Inovasi dalam penggalangan dana, misalnya melalui crowd-funding atau kerjasama dengan sektor swasta, dapat membantu memperluas dan memperkuat kapasitas proyek yang ada di Purbalingga.

15. Pembelajaran Berbasis Komunitas

Pembelajaran dari pengalaman masyarakat juga merupakan bagian dari proyek Humas yang penting. Melalui pembelajaran berbasis komunitas, pengalaman serupa di masa lalu dapat dievaluasi dan diadaptasi untuk proyek yang akan datang. Hal ini akan meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek ke depan dan mendorong inovasi tanpa mengabaikan pelajaran dari sejarah.

Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proyek Humas, Purbalingga dapat tumbuh lebih baik dan serasi. Setiap elemen masyarakat memainkan peran penting dalam membangun sinergi yang dapat membawa daerah menuju kemajuan bersama. Diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk memastikan bahwa proyek Humas tidak hanya bersifat formalitas, tetapi menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari warga Purbalingga.